16 April 2024
INFODIS.ID
HeadlineIndeks BeritaINFO OLAHRAGA

15 Cabor Baru Jatim akan Dipertandingkan di PON 2024, Kabid Binpres KONI Jatim: Asah Kemampuan Atlet Sejak Dini

Surabaya, Infodis.id – Sebanyak 15 cabang olahraga (Cabor) baru di Jawa Timur yang akan dipertandingkan di PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) harus serus kerja keras dan mempersiapkan atletnya mulai sekarang.

Waktu 2,5 tahun menuju PON XXI/2024 di Aceh dan Sumut harus mampu dimaksimalkan secara baik. Jika tidak, maka jangan harap bisa menuai hasil maksimal.

“Sebanyak 15 cabor baru bisa benar-benar mempersiapkan diri secara baik. Kita terus bergandeng tangan supaya Jatim tetap berprestasi di PON 2024,” sebut Dudi Harjantoro, Kabid Binpres KONI Jatim dalam Sarasehan Olahraga di Gedung KONI Jatim, Sabtu (23/4/2022).

Dalam Sarasehan Olahraga dengan tema “Tantangan KONI Jawa Timur Menyiapkan Cabang Olahraga Baru pada PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara” ini, perwakilan pengurus dari 15 cabor baru ikut hadir memaparkan rencana, gagasan dan berdisusi.

Sebanyak 15 cabor itu, yakni Arung Jeram, Hapkido, Kurash, Rugby, Trialthon, Woodball, Barongsai, E-sport, Jujitsu, Kabbadi, Kick Boxing, Pentaque, Sambo, Soft Tenis, dan Gateball

Dudi meminta, cabor harus mengasah diri kemampuannya setiap hari dengan latihan.

“Latihan tidak boleh hanya satu minggu 2 atau 3 kali saja, tidak bisa,” ucap Dudi.

Dudi menuturkan, teknik dan fisik atlet harus dimulai dipsersiapkan sejak sekarang. Cabor baru juga pasti sudah punya atlet yang disiapkan dan punya target jelas, kompetitor seperti apa. Itu harus diketahui dan waspda dengan provinsi lain.

“Harus dipersiapkan mulai sekarang, jangan sampai terlambat. Ini tidak boleh terjadi, supaya bisa bersaing dengan daerah lain,” ucapnya

Kemudian, lanjut Dudi, 15 cabor baru ini akan masuk pembinaan khusus (Binsus) dengan sasaran di Pra PON pada 2023. Kalau tak lakukan persiapan secara baik dan hasil Pra PON jelak, mungkin di PON tidak akan diberangkatkan.

“Kami tunggu temen-temen (cabor) programnya apa dan sasaran apa, alokasi anggaran seperti apa, Digunakan untuk alokasi pretasi, jangan digunakan yang lain. Sasaran prestasi, supaya sasaran di Pra PON baik. Fokus dulu ke Kejurnas 2022,” saran Dudi.

Related posts

BPJS Kesehatan Sosialisasi Terpadu Penegakan Kepatuhan Iuran JKN Bersama Polda Jatim

adminredaksi

Gubernur Khofifah Terbitkan SE Libur dan Cuti Bersama, Rumah Sakit dan Fasyankes Diharapkan Tetap Siaga

adminredaksi

Ingatkan ASN, Wali Kota Eri: Harusnya Kita Malu Masih Ada Bayi Stunting dan Gizi Buruk

adminredaksi