
Bojonegoro, infodis.id – Khususnya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mencapai kerjasama dengan Bank Perkreditan Rakyat yang disingkat BPR se-Bojonegoro untuk menjual tomat secara subsidi. Hal ini mencakup upaya mempertahankan harga dan membantu masyarakat dalam menghadapi lonjakan harga tomat beberapa minggu terakhir. Kedua ini juga adalah upaya satu set yang akan dilakukan di Bojonegoro untuk mengendalikan inflasi.
Ketua Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Bojonegoro, Moch. Rudianto, memberitahu bahwa subsidi adalah semacam upaya untuk meringankan beban masyarakat dan mempertahankan daya beli..
“Kita tahu bahwa kenaikan harga tomat juga mempengaruhi daya beli masyarakat. Jadi, inilah upaya kami dengan mensubidi harga tomat agar masyarakat tidak dipusingkan karena kebutuhan pokok yang mengkhawatirkan ini. Demikian juga hal ini harus berdampak pada kontrol inflasi ”, ujarnya.
Dengan ini, rakyat bisa mendapatkan tomat sebesar Rp10.000/kg menggunakan sistem kupon. Harian DKPP Bojonegoro membuat kupon sebanyak 500 di Pasar Kota Bojonegoro. Subsidi yang diberikan yaitu sebanyak Rp5.000 per kilogram. Sampai hari Senin pagi (11/11) telah terjual atau terpakai 200 kupon, ini menandakan bahwa penerima manfaat cukup responsif. Diharapkan dengan program subsidi harga tomat ini bisa meringankan beban rakyat dan menekan angka inflasi sebagai akibat price shock pada bulan kemarin hingga kemarin.(ery)
