13 Desember 2025
INFODIS.ID
INFO PENDIDIKAN

Dindik Jatim Gencarkan Sosialisasi Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023, Wujudkan Sekolah Aman dan Bebas Kekerasan

Kota Batu, infodis.id – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Melalui kegiatan sosialisasi Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, Dindik Jatim berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif di seluruh jenjang pendidikan, terutama di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kegiatan yang berlangsung pada 5–7 November 2025 ini menyasar perwakilan guru, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan pengurus OSIS dari SMK Negeri se-Jawa Timur. Total, peserta berasal dari 24 Cabang Dinas Pendidikan Wilayah yang tersebar di seluruh provinsi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan membahagiakan bagi seluruh warganya.

“Sekolah yang hebat bukan hanya diukur dari banyaknya prestasi akademik, tetapi juga dari seberapa aman dan bahagianya siswa belajar di dalamnya,” tegas Aries saat memberikan arahan, Kamis (6/11/2025).

Menurut Aries, upaya pencegahan kekerasan di sekolah memiliki landasan hukum yang kuat. Selain Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023, juga terdapat Keputusan Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Nomor 49/M/2023 yang mengatur tata cara pelaksanaan pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan.

Regulasi tersebut memastikan bahwa seluruh warga sekolah termasuk peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, hingga orang tua berhak atas perlindungan dari kekerasan fisik, verbal, psikis, maupun digital.

Dalam paparannya, Aries mengungkapkan bahwa data nasional masih menunjukkan tingginya kasus kekerasan di lingkungan sekolah, mulai dari perundungan (bullying), kekerasan verbal, diskriminasi, hingga kekerasan berbasis siber (cyberbullying).

“Budaya senioritas, komunikasi yang kurang empatik, serta lemahnya pengawasan digital sering kali menjadi akar masalah kekerasan di sekolah. Karena itu, semua pihak harus bersatu mengatasinya,” ujarnya.

Untuk menekan kasus kekerasan di lingkungan pendidikan, Dindik Jatim menerapkan tiga strategi utama, yakni Pencegahan Primer (Sebelum Terjadi), Penanganan Sekunder (Saat Terjadi) dan Rehabilitasi (Pasca Kejadian).

Selain pendekatan struktural, Aries juga mendorong sekolah membangun budaya positif melalui gerakan “3S: Senyum, Sapa, Salam”, serta memanfaatkan kegiatan seperti apel pagi dan ekstrakurikuler untuk menanamkan empati dan tanggung jawab sosial.

“Mari wujudkan SMK yang Aman, Ramah, dan Bermartabat — tempat di mana setiap siswa merasa dihargai dan setiap guru menjadi teladan dalam kasih dan ketegasan,” pungkasnya.

Dinas Pendidikan Jawa Timur terus berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang berkarakter dan berbudaya inovasi. Melalui program Sekolah Aman dan Ramah, Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), dan East Java Innovation Education Summit (EJIES), Dindik Jatim memperkuat misi “Jatim Cerdas” untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Abi)

 

Related posts

Tingkatkan Kualitas Sanitasi Masyarakat, ITS Gencarkan Bangun Jamban Sehat

adminredaksi

Bersama Kemensos, ITS Perkuat Moda Transporasi Laut di Papua

adminredaksi

Peserta: PPG Unusa Dapat Tingkatkan Kualitas Pembelajaran