
Tokyo, infodis.id – Untuk meratakan berapa banyak limbah pangan yang dihasilkan, Dole Japan Inc., perusahaan pengolahan dan penjualan buah kulit yang berpusat di Tokyo, meriset metode baru dengan mengolah pisang tanpa penjualan. Pisang diproses menjadi arang, yang Glover dan Webb berencana akan dijual di pasar komersial untuk keperluan barbekyu dan rekreasi pada tahun 2025.
Presiden Dole Japan, Hiroshi Aoki, mengklaim bahwa produk barbekyu bahan bakar berbahan pisang komersil akan diluncurkan di pengecer dan platform belanja daring tertentu mulai awal musim semi, bergantung pada kesiapan produksi.
“Selain menjadi bahan bakar alternatif, produk ini juga akan menjadi solusi manajemen limbah untuk pisang.”kata Presiden Dole Japan, Hiroshi Aoki seperti dilansir dari laman asahi
Konsumen di Jepang dikenal sangat selektif dan hanya memilih membeli pisang yang kulitnya sempurna, tidak ada cacat, tidak memar, dan ukurannya ideal, meskipun kualitas rasa buah tetap sama. Lima puluh dua persen dari penjualan pisang
Dole Japan setidaknya harus membuang sekitar 20.000 ton pisang rusaknya setiap tahun dari hasil panen di Filipina dan negara-negara lainnya.
Untuk melawan situasi demikian, Dole Japan memulai Proyek Pisang Mottainai pada tahun 2021 dan bekerja sama dengan para produsen, mitra, dan lain-lain agar dapat memanfaatkan rongsokan pisang. Pisang kemudian digunakan untuk minuman dan kembang gula. Pada tahun 2023 sebanyak 900 ton pisang telah didaur ulang ini, dan Dole Japan berharap dapat memperluas angka tersebut menjadi 5.000 ton dalam beberapa tahun lagi.(ery)
