1 Maret 2024
INFODIS.ID
Indeks BeritaINFO PENDIDIKAN

Inovasi Mahasiswa ITS untuk Konversi Getaran Kendaraan ke Energi Listrik

Prototipe Road Speed Bump’s Vibration Power Plan/Ist

Surabaya, Infodis.id – Pasokan sumber daya alam tak terbarukan untuk pembangkit listrik di Indonesia terus berkurang. Polusi yang dihasilkan dari prosesnya juga memperburuk kondisi lingkungan.

Dilatarbelakangi permasalahan ini, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan inovasi pembangkit listrik dari getaran kendaraan yang melintasi pita penggaduh.

Tim pengembang inovasi ini adalah Tim Mahatma Gandhi, beranggotakan Djody Rizqy Rahman dan Tiffany Rachmania Darmawan dari Departemen Teknik Instrumentasi serta Muhamad Kholiq Iqbal dari Departemen Teknik Elektro Otomasi.

Dengan inovasinya bernama Road Speed Bump’s Vibration Power Plan (RSV-P), getaran mekanik hasil kontak antara pita penggaduh dengan roda kendaraan yang melintas bisa dikonversi menjadi energi listrik.

Djody Rizqy Rahman, Ketua Tim Mahatma Gandhi menjelaskan bahwa ide konversi ini pernah diteliti sebelumnya.

Jika penelitian terdahulu menggunakan polisi tidur, inovasi yang dikembangkan kali ini memanfaatkan pita penggaduh yang biasanya ada di jalanan padat kendaraan.

Pita penggaduh seperti ini dipilih karena dapat diaplikasikan pada jenis jalanan yang lebih luas dibandingkan dengan polisi tidur.

“Polisi tidur kan biasanya ada di jalan gang, sedangkan pita penggaduh bisa di jalan raya, jalan tol, dan masih banyak lagi,” terangnya lebih lanjut, melalui keterangan tertulis yang diterima Redaksi INFODIS, Kamis (11/5/2022).

Selain itu, menurut Djody, pemanfaatan pita penggaduh ini membuat kontak antara kendaraan dengan jalan semakin besar sehingga energi mekanik yang dapat ditangkap oleh sensor piezoelectric juga semakin banyak.

“Pita gundukan ini punya lebih dari satu gundukan jadi kontak dengan kendaraannya semakin banyak,” ujarnya.

Tak sebatas perbedaan media kontak, pengembangan ini juga dibekali dengan mikrokontroler ESP8266 yang memungkinkan alat terhubung dengan perangkat seluler melalui teknologi wi-fi.

“Pengguna bisa menggunakan aplikasi berbasis Internet of Things (IoT) yaitu Blynk untuk mengatur komponen alatnya, seperti arduino dan node MCU,” papar mahasiswa kelahiran tahun 2003 ini.

Related posts

LG Terus Perkuat Posisi di Industri Kendaraan Listrik Global

adminredaksi

UM Surabaya Sambut Atlet ASEAN University Games dan Pro Futsal League 2021

adminredaksi

Raih Medali Terbanyak, Kediri Raja Tarung Derajat Porprov VII

adminredaksi