Mahasiswa ITS Gagas Elektrolit Padat Baterai dari Bambu Tali

oleh -315 Dilihat
Foto/Ist

Surabaya, Infodis.id – Kebutuhan baterai akibat pengembangan mobil listrik yang terus digencarkan oleh pemerintah saat ini semakin meningkat, namun sayangnya baterai mobil listrik yang saat ini dikomersialkan masih dianggap tidak ramah lingkungan dan mahal.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Tim Neutrino dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas elektrolit padat baterai mobil listrik hasil ekstraksi bambu tali.

Dilansir dari CNBC, kebutuhan baterai mobil listrik bisa mencapai 198 GWh pada tahun 2050 mendatang. Namun baterai mobil listrik yang dikomersialkan masih menggunakan elektrolit cair yang bersifat korosif, mudah menguap, dan meledak karena adanya short circuit.

“Dengan mengganti ke elektrolit padat, risiko tersebut bisa diminimalkan karena kestabilan thermalnya lebih tinggi,” jelas Andyan Rafi Setopratama, Ketua Tim Neutrino, melalui keterangan tertulis yang diterima Redaksi INFODIS, Rabu (6/4/2022).

No More Posts Available.

No more pages to load.