infodis.id – Meskipun Islam adalah agama terbesar kedua di dunia, ada sejumlah negara yang tidak memiliki masjid sama sekali. Dalam beberapa kasus, negara-negara ini juga tidak mengakui Islam sebagai agama resmi. Negara-negara seperti Monaco, San Marino, Vatikan, Estonia, dan Slovakia memiliki kebijakan agama yang berbeda yang mempengaruhi bagaimana Islam dan tempat ibadahnya berkembang.
- Monaco: Negara Kecil Tanpa Tempat Ibadah Muslim
Monaco, negara kecil yang dikenal dengan kekayaan dan kemewahannya, tidak memiliki masjid di wilayahnya. Agama utama yang diakui di Monaco adalah Katolik Roma, meskipun kebebasan beragama diakui. Namun, komunitas Muslim yang kecil membuat pendirian masjid belum menjadi kebutuhan besar di sana.
- San Marino: Negara Terkecil Tanpa Pengakuan Agama Resmi
San Marino, salah satu negara tertua di dunia, juga tidak memiliki masjid. Komunitas Muslim di sini sangat kecil, dan meskipun tidak ada hambatan langsung, belum ada pembangunan masjid. Kebijakan keagamaan di San Marino cukup longgar, tetapi agama Islam tetap menjadi minoritas yang signifikan.
- Estonia: Populasi Ateis Terbesar di Eropa
Dengan sekitar 75 persen penduduknya mengidentifikasi sebagai ateis atau non-religius, Estonia memiliki salah satu tingkat sekularisme tertinggi di Eropa. Meskipun Islam tidak dilarang, populasi Muslim yang sangat kecil dan masyarakat yang umumnya non-religius membuat keberadaan masjid di Estonia sangat terbatas.
- Vatikan: Negara Katolik Tanpa Masjid
Sebagai pusat Gereja Katolik Roma, Vatikan hanya memiliki beberapa ratus penduduk tetap yang mayoritas adalah Katolik. Mengingat peran dan statusnya sebagai negara dengan kekuasaan religius, Vatikan tidak memiliki masjid. Penduduk Muslim yang berkunjung atau bekerja di sana biasanya beribadah di negara tetangga, Italia.
- Slovakia: Undang-Undang Ketat Terkait Agama Islam
Slovakia menempuh pendekatan yang berbeda dengan menetapkan undang-undang yang memperketat pengakuan Islam sebagai agama resmi. Meskipun konstitusi negara tersebut menjamin kebebasan beragama, Slovakia tidak mengakui Islam sebagai agama resmi, sehingga pembangunan masjid atau tempat ibadah lainnya menjadi lebih sulit.
Kelima negara ini memiliki alasan masing-masing terkait tidak adanya masjid dan bagaimana mereka mengelola minoritas Muslim di wilayahnya. Meskipun kebebasan beragama secara umum diakui, faktor seperti populasi Muslim yang kecil, sejarah, dan kebijakan negara terkait agama ikut berperan dalam pembatasan pendirian masjid.(ery)
