15 Desember 2025
INFODIS.ID
INFO BISNIS

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Luncurkan Produk Derivatif Baru: Single Stock Futures (SSF)

Jakarta, infodis.id – Pada hari Selasa, 12 November, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization yang terdiri dari PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyelenggarakan acara Grand Launch produk derivatif baru yaitu Kontrak Berjangka Saham atau lebih dikenal sebagai Single Stock Futures (SSF). Dengan mengusung tema “Level Up Your Trading with Single Stock Futures,” acara ini dilaksanakan di Main Hall BEI dan dihadiri oleh I Made Bagus Tirthayatra, Kepala Departemen Pemeriksaan Khusus, Pengawasan Derivatif Terjangkau, Bursa Karbon, dan Transaksi Efek OJK, Direktur Utama BEI Iman Rachman, Direktur Utama KPEI Iding Pardi, dan Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat.

Acara peluncuran produk ini juga menampilkan talk show yang menghadirkan Pier Ridge Yose (Kepala Unit Pengembangan Bisnis Derivatif BEI), Ratih Mustikoningsih (Pakar Keuangan dari PT Ajaib Sekuritas Asia), dan komika Yudha Ramadhan untuk membahas potensi dan keunggulan SSF bagi para pemangku kepentingan di pasar modal.

SSF merupakan produk derivatif baru dalam bentuk kontrak antara dua pihak untuk menjual atau membeli saham tertentu di masa depan dengan harga yang sudah ditetapkan. Produk ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan instrumen investasi lainnya, antara lain:

  1. Hedging: SSF memungkinkan investor untuk melakukan lindung nilai (hedging) terhadap portofolio dari pergerakan harga saham dasar (underlying asset).
  2. Alternatif Investasi: SSF dapat menjadi alternatif investasi yang memungkinkan investor untuk melakukan optimalisasi profit dalam kondisi pasar baik bullish maupun bearish. Investor dapat mengambil posisi beli (long) saat pasar bullish atau posisi jual (short) saat pasar bearish.
  3. Leverage: Dana yang dibutuhkan untuk bertransaksi di SSF lebih kecil daripada membeli saham secara langsung karena produk ini ditransaksikan secara leverage.
  4. Penyelesaian Cepat: SSF diselesaikan dalam waktu 1 Hari Bursa (T+1), sehingga memungkinkan realisasi keuntungan yang lebih cepat.

Selain itu, seperti produk lainnya yang ditransaksikan melalui BEI, perdagangan SSF dilakukan secara aman dan transparan karena diperdagangkan secara real-time di Bursa, diawasi oleh BEI dan OJK, serta dijamin oleh KPEI.

Saat ini, SSF menggunakan lima saham likuid dari indeks LQ45 sebagai underlying asset, yaitu BBRI, BBCA, MDKA, TLKM, dan ASII. Investor yang ingin bertransaksi SSF dapat membuka rekening derivatif di Perusahaan Sekuritas Anggota Bursa (AB) yang telah memperoleh izin sebagai AB derivatif. Pada peluncuran SSF, terdapat tiga AB derivatif, yaitu PT Binaartha Sekuritas, PT Ajaib Sekuritas Asia, dan PT Phintraco Sekuritas. PT Binaartha Sekuritas juga berperan sebagai Liquidity Provider untuk perdagangan SSF di pasar sekunder.

BEI berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada investor agar lebih memahami mekanisme perdagangan, potensi keuntungan, dan risiko dalam berinvestasi di kontrak berjangka saham. Dalam sambutannya, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyatakan bahwa BEI akan terus adaptif dan inovatif dalam mengembangkan variasi produk non-saham, termasuk produk derivatif, agar dapat dimanfaatkan oleh investor di pasar modal Indonesia untuk mengoptimalkan keuntungan. Ia juga mengajak lebih banyak AB untuk ikut aktif dalam perdagangan derivatif di BEI.

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, berharap dengan diluncurkannya SSF, investor dapat memanfaatkannya sebagai alternatif produk investasi. “Investor dapat mengoptimalkan keuntungan investasi mereka melalui SSF, baik melalui capital gain maupun sebagai alat hedging saat pasar bearish,” ujarnya. Jeffrey juga menyampaikan harapannya bahwa kehadiran SSF dapat meningkatkan minat masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia, sehingga turut mendukung peningkatan likuiditas, jumlah investor, dan ketahanan pasar modal terhadap fluktuasi global di masa mendatang.(ery)

 

 

 

Related posts

Lebih Mudah Murah dan Aman, PLN Jamin Kepuasan Pelanggan yang Bertransaksi di PLN Mobile

Selama Libur Nataru, Trafik Data XL Axiata Naik 38 Persen

adminredaksi

Proyek Pembangunan IKN Nusantara Dorong Pertumbuhan Penjualan SIG

Editor: [ A Fikri Pribowo ]