21 Februari 2024
INFODIS.ID
HeadlineIndeks BeritaINFO BISNIS

Triwulan I 2022, Marketing Sales Intiland Meningkat 61 Persen

(Kiri) Direktur Pemasaran Intiland untuk Surabaya Harto Laksono/Infodis.id

Jakarta, Infodis.id – Pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) melaporkan hasil pencapaian kinerja penjualan di triwulan I tahun 2022. Perseroan tercatat membukukan marketing sales Rp500 miliar, meningkat 61 persen dibandingkan perolehan triwulan I tahun 2021 sebesar Rp310 miliar.

“Meningkatnya kinerja penjualan Perseroan disebabkan oleh sejumlah faktor. Pertama, faktor pasar properti yang mulai membaik dan faktor lainnya karena meningkatnya penjualan dari segmen perumahan dan kawasan industri. Secara umum pasar properti berangsur-angsur membaik. Keyakinan masyararakat sudah mulai pulih dan kembali melakukan pembelian. Sentimen pasar tumbuh positif,” jelas Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono, melalui keterangan tertulis yang diterima Redaksi INFODIS, Rabu (27/4/2022).

Archied menilai kondisi pasar properti di tiga bulan pertama tahun ini lebih kondusif dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan produk properti dalam tren meningkat, seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen yang ingin memanfaatkan sejumlah insentif kebijakan Pemerintah.

Segmen pengembangan perumahan mencatatkan kontribusi marketing sales terbesar senilai Rp254
miliar atau 51 persen dari keseluruhan. Kontributor berikutnya berasal dari penjualan di segmen kawasan industri senilai Rp190 miliar atau memberikan kontribusi 38 persen.
Sementara segmen pengembangan mixed-use & high rise memberikan kontribusi 11 persen dengan membukukan marketing sales Rp57 miliar.

Berdasarkan lokasi pengembangannya, proyek-proyek di Surabaya memberikan kontribusi marketing sales Rp319 miliar atau 64 persen. Sementara sisanya berasal dari penjualan proyek-proyek di Jakarta dan sekitarnya senilai Rp182 miliar atau 36 persen.

Archied mengungkapkan kinerja penjualan lahan industri di triwulan I tahun ini cukup baik. Dua pengembangan kawasan industri Perseroan, yakni Ngoro Industrial Park di Mojokerto, Jawa Timur dan Batang Industrial Park di Jawa Tengah mencatatkan lonjakan marketing sales sebesar 139 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kinerja penjualan positif juga ditunjukan sejumlah proyek perumahan seperti Serenia Hills di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dan Graha Natura dan Amesta Living yang berlokasi di Surabaya.

“Kinerja penjualan secara umum masih on track dan kami terus berupaya mencapai target marketing sales tahun ini sebesar Rp2,4 triliun. Kontribusi terbesar diperkirakan dari penjualan segmen perumahan,” kata Archied lebih lanjut.

Perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan marketing sales tahun ini. Selain mendorong penjualan unit-unit inventori, terutama dari produk-produk siap huni, Perseroan juga merencanakan sejumlah pengembangan klaster dan produk baru di proyek-proyek berjalan, khususnya pada segmen pengembangan kawasan perumahan.

Selain itu, Perseroan juga terus berupaya mendorong peningkatan penjualan lahan industri dan produk pergudangan. Perseroan mencermati kebutuhan terhadap lahan industri dan properti
pergudangan meningkat cukup pesat belakangan ini.

Khusus untuk produk pergudangan, saat ini Peseroan fokus pada penjualan produk pergudangan dari Aeropolis Technopark di Tangerang. Di kawasan ini, Perseroan memiliki sejumlah portofolio produk pergudangan berbagai tipe sesuai kebutuhan pasar.

“Seharusnya sektor properti tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Tahun ini bisa menjadi titik balik dan momentum bagi pasar properti untuk kembali tumbuh secara stabil,” ujarnya lebih lanjut.

Related posts

Gubernur Khofifah Tinjau Sentra Hewan Kurban di Nganjuk

adminredaksi

Pemkab Banyuwangi Kembali Gencarkan Skrining Tuberkulosis

adminredaksi

PTM 100 Persen, Pemkot Surabaya Swab Rutin Pelajar

adminredaksi