15 April 2024
INFODIS.ID
HeadlineINFO KESEHATAN

Slow Food and Yoga Festival Kembali Digelar

Lombok, infodis.id – Slow Food and Yoga Festival ke-3 kembali digelar pada 18 hingga 21 April 2024 mendatang di Pulau Gili Air, NTB, Lombok.

Festival ini merupakan festival pertama setelah pandemi yang menghadirkan pengalaman menyegarkan pada tubuh, jiwa, dan pikiran di tempat yang indah. Secara keseluruhan, festival ini didedikasikan untuk amal serta well-being para peserta untuk bertransformasi dengan penuh kesadaran, hidangan lezat, dan hubungan yang bermakna.

Diselenggarakan dengan background keindahan alam, Slow Food dan Yoga Festival menawarkan perpaduan yang tak tertandingi antara sesi yoga, hidangan dari kebun ke meja, lokakarya, dan aneka ragam produk kerajinan.

Para peserta dapat menantikan akhir pekan yang penuh dengan praktik yoga yang menenangkan, pengalaman kuliner yang memikat, dan kegiatan inspiratif yang dirancang untuk mempromosikan sustainability dan keterlibatan komunitas.

Dalam keterangan tertulis, Rabu (28/2/2024), Julie Spark, Founder dari Slow Food & Yoga Festival menuturkan, Slow Food and Yoga Festival ini bukan hanya untuk merawat diri sendiri, akan tetapi menyatu sebagai sebuah komunitas yang mendukung tujuan bermakna dan memeluk gaya hidup yang sadar.

“Kami sangat senang menyambut peserta untuk merasakan keajaiban Pulau Gili Air sambil memberikan kontribusi untuk amal,” ujarnya.

Festival ini, diselenggarakan lewat kerjasama dengan para komunitas lokal sekaligus Soraya Foundation Tribe, yang bertujuan untuk mendukung inisiatif amal sambil mempromosikan kesejahteraan holistik.

Mulai dari membangun taman bermain untuk anak-anak lokal, memberdayakan perempuan melalui kelas kewirausahaan dan permaculture, menanam 1000 pohon setiap tahun dengan Superman TREEvolution, dan mendukung kantor kepala desa.

Para peserta dapat menentukan berbagai kegiatan, termasuk sunrise meditation, sesi yoga, acara tari, sound healing journeys, dan workshop inspiratif yang dipimpin oleh fasilitator terkenal.

Selain itu, festival ini akan memamerkan marketplace kerajinan lokal dan produk berkelanjutan, Sekaligus pertunjukan lokal dari Gendang Ble, Penari Sasak, dan Pertarungan Tongkat dalam setiap sesi untuk mengapresiasi budaya lokal. (isa)

 

Related posts

Include, Startup Solusi Downtime Mesin Besutan Mahasiswa ITS, Raih Juara 3 University Startup World Cup 2023

Hadiri Open Air & Art Exhibition di SMP Negeri 1 Surabaya, Rini Indriyani: Bisa Jadi Pembentukan Karakter Siswa

adminredaksi

Begini Suasana Kampung Dinoyo Sambut Piala Dunia U-17